Belum Larang Spanduk Kampanye, Undang: Sekarang Masih Kewenangan Pemda

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Banyaknya spanduk dan baliho bakal calon peserta pemilu yang tersebar dan terpampang di sejumlah lokasi, menurut Ketua KPUD Kota Bogor, Undang Suryatna, KPU belum menerapkan larangan adanya spanduk atau baliho tersebut. Karena itu, untuk kewenangan aturannya ada di pemerintah daerah untuk menertibkannya jika menyalahi aturan.

“Sekarang kan belum masa kampanye dan kita belum menetapkan pasangan calon. Jadi dari KPU sendiri belum ada aturan yang melarang adanya spanduk atau baliho bakal calon peserta pemilu. Sehingga jika ada spanduk, baliho yang dianggap menyalahi aturan, tak berizin dan mengganggu keindahan itu kewenangannya ada di pemerintah daerah dan itu sudah kita koordinasikan dan sampaikan kepada dinas terkait,” jelasnya, Minggu (10/12/17).

Undang melanjutkan, di KPU sendiri tahapannya nanti tanggal 8,9,10 Februari untuk pendaftaran dan penerapannya calonnya tanggal 12 Februari. Sedangkan kampanye baru di mulai tanggal 15 Februari 2018. “Kalau sudah masuk dalam tahapan, nanti kita akan berkoordinasi dengan panwas dan tim pasangan calon termasuk pemerintah daerah bahwa alat peraga, ukuran, jumlah, titik pemasangan dan jadwal itu kita yang mengatur termasuk sanksi itu nanti ada di panwas,” ujarnya.

Undang juga berpesan dalam penertiban nanti tidak mengesankan seolah olah spanduk dan baliho tertentu saja, harus berkeadilan dan sesuai aturan yang ada. “Spanduk dan baliho yang tersebar ada yang komersil dan non komersil. Jadi tidak hanya iklan calon. Iklan-iklan lain yang menyalahi aturan juga banyak seperti yang terpasang di tiang lampu, tiang listrik, pohon, JPO dan di jalur hijau. Karena itu penertibannya harus sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

 

Reporter/Foto: Andi

The post Belum Larang Spanduk Kampanye, Undang: Sekarang Masih Kewenangan Pemda appeared first on BOGORCHANNEL.



from BOGORCHANNEL http://ift.tt/2yVgbHz
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru