Balitnak Ciawi Kenalkan Galur Ayam Kampung dan Teknologi Perbibitan Inovasi Balitbangtan

B-CHANNEL, CIAWI – Perkembangan indutri intensif ayam lokal sebagai sumber daging ayam terus mengalami perkembangan akibat dari semakin dikenalnya daging ayam lokal yang mempunyai cita rasa. Hal itu, memacu pemanfaatan berbagai Sumber Daya Gentik (SDG) ayam lokal nasional untuk dimanfaatkan sebagai sumber daging. Karenanya, dengan tersedianya salah satu galur unggul ayam lokal pedaging dapat meningkatkan penyediaan bibit DOC, sekaligus peningkatan efesiensi budidayanya juga.

Demikian kata Kepala Balitnak Ciawi, Dr. Soeharsono disela acara kegiatan Pengenalan Galur Ayam Kampung dan Teknologi Perbibitan Inovasi Balitbangtan di ruang Auditorium Balitnak, Selasa (17/4/2018). Menurutnya, proses seleksi galur ayam SenSi-1 Agrinak yang memiliki singkatan dari Sentul Terseleksi Pertama karya Balai Penelitian Ternak, Badan Litbang Pertanian, merupakan hasil seleksi fenotif dan bobot badan umur 70 hari selama enam generasi dari rumpun ayam Sentul atau SDG ayam asli Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

“Rumpun Sentul ini sendiri sudah ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian RI No. 698/Kpts/PD.140/2/2013, tanggal 13 februari 2013 sebagai ayam nasional lokal asli dari wilayah Kabupaten Ciamis. Rumpun ini memiliki postur tubuh yang khas dan dominasi warna bulu abu polos. Meskipun ditempat habitatnya ayam Sentul mempunyai keragaman warna bulu dan bentuk jengger akibat perkawinan dengan rumpun asli ayam kampung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai upaya pemurnian harus memilih warna dominan abu dan warna pucak (putih bercak hitam) serta bentuk jengger kencang disertai dengan seleksi ayam jantan yang berbobot hidup 25% tertinggi pada usia 70 hari. Kriteria ini dimaksudkan agar mendapat keseragaman tampilan dan perbaikan bobot hidup.

“Kalau kriteria seleksi pada ayam betina tidak dilakukan, sementara pemilihan warna bulu bertujuan agar sifta-sifat ketahanan tubuh ayam SenSi-1 Agrinak tidak banyak berubah dari ketahanan tubuh rumpunnya,” terangnya.

Selain kriteria seleksi yang diperlukan pada rumpun tersebut, sambungnya, kualitas pakan juga perlu diperhatikan yakni harus ditetapkan pada kualitas 17% protein kasar dengan 2800 kkal ME/kg selama pertumbuhan sampai dengan umur 20 minggu. “Pertimbangan ini diambil dalam rangka mengantisipasi kondisi pemeliharaan di peternak. Karena pemberian pakan dengan kualitas lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan nilai ekonomi lebih baik pula,” jelasnya.

 

Reporter/Foto : Agus Sudrajat

The post Balitnak Ciawi Kenalkan Galur Ayam Kampung dan Teknologi Perbibitan Inovasi Balitbangtan appeared first on BOGORCHANNEL.



from BOGORCHANNEL https://ift.tt/2HDm3b7
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru