Kepala Balitnak; Teknologi Ayam Kampung Mendesiminasikan Dunia Usaha Peternakan

B-CHANNEL, CIAWI – Dalam upaya merespon kebutuhan teknologi pembibitan ayam kampung, Balai Penelitian ternak telah melakukan berbagai kegiatan penelitian. Hasil dari penelitiannya telah menunjukan bahwa melalui teknologi seleksi disertai sistim pemeliharaan yang intensif produktivitasnya dapat ditingkatkan. Sehingga dari hasil seleksi ini dihasilkan ayam kampung unggul atau disebut dengan Ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB).

Kepala Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Dr. Soeharsono, mengatakan kegiatan seleksi untuk mendapatkan ayam kampung unggul telah diawali sejak tahun 1997 dengan cara mengambil calon bibit dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Jatiwangi, Depok, Karakal Ciawi, Cianjur dan DKI.

“Calon bibit ayam kampung ini nantinya dipelihara secara intensif dikandang percobaan Balitnak Ciawi. Untuk perkawinanannya dilakukan dengan teknik kawin suntik (IB) diikuti dengan recording yang ketat untuk menghindari terjadinya in breeding. Dan selama periode pemeliharaan diberikan pakan standard yang sesuai dengan kebutuhan gizi ayam kampungnya,” katanya, Selasa (17/4/2018).

Ia menerangkan, seleksi yang dilakukan terhadap induk-induk ayam kampung meliputi produksi telur dan sifat mengeram. Jika pada induk ayam mempunyai sifat mengeram lama dan sering akan dilakukan pengafkiran (culling). Sedangkan, seleksi pada ayam pejantan dilakukan dengan memeriksa kualitas spermanya.

“Seleksinya ini dimulai dari generasi 1 sampai dengan 6 dengan tahapannya antara lain, produksi telur setiap generasi diamati selama 6 bulan yang kemudian dilakukan seleksi individu pada ayam yang mempunyai rataan produksi telur 50% terbaik dan memiliki sifat tidak mengeram. Hasil seleksi ini disebut G1 (generasi 1) dan nantinya akan diperbanyak untuk menghasilkan F1. Sementara, seleksi evaluasi produksi telur pada F1 dilakukan selama 6 bulan juga dengan diseleksi kriteria yang sama untuk menghasilkan G2 dan seterusnya hingga G6 (generasi 6),” terangnya.

Seleksi dalam pembentukan ayam kampung unggul yang kini disebut sebagai Ayam KUB telah dilakukan selama 6 generasi. Dimana, satu generasi memerlukan waktu selama 12 hingga 18 bulan. Sedangkan, karakteristik dan keunggulan ayam KUB sendiri memiliki warna bulu beragam seperti ayam kampung pada umumnya.

“Kalau untuk bobot badan dewasanya yakni 1.200 – 1.600 gram, bobot telur 35 – 45 gram. Pada umur pertama bertelur lebih awal yaitu 20 – 22 minggu. Mengenai produktifitas telurnya lebih tinggi antara 160 – 180 butir/ekor/tahun. Sementara, produksi telurnya mencapai 50% dan puncak produksi telur bisa sampai 65%. Lebih tahan terhadap penyakit,” jelasnya.

 

Reporter/Foto : Agus Sudrajat

The post Kepala Balitnak; Teknologi Ayam Kampung Mendesiminasikan Dunia Usaha Peternakan appeared first on BOGORCHANNEL.



from BOGORCHANNEL https://ift.tt/2J04JfY
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru