Timses Paslon 4 Sebut Survei Charta Politika Adalah Insinuasi Menggiring Masyarakat untuk Yakin Pada Paslon 3

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Lembaga survei Charta Politika kemarin  merilis hasil survei mengenai empat kandidat pasangan Cawalkot Bogor. Dari keempat pasangan calon tersebut, Bima Arya -Dedie Rachim, Achmad Ruyat- Zaenul Mutaqien, Edgar Suratman- Ginandjar Sefewelly dan pasangan Dadang Danubrata- Sugeng Teguh Santoso. Hasilnya, survei menunjukan tingkat kepuasan warga Kota Bogor dan elektabilitas paslon urut nomor tiga, Bima Arya dan Dedie Rachim unggul.
Dalam releasenya,  Director Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, memaparkan, bahwa dari elektabilitas top of mind (pertanyaan terbuka), elektabilitas Bima Arya berada di atas rivalnya (50,5%). Sementara Achmad Ru’yat memperoleh (10,8%), Edgar Suratman (2,0%), dan Dadang Danubrata (2,0%). Terdapat 34,8% masyarakat yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Kelima, untuk tingkat elektabilitas tertutup pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Bima Arya – Dedie A. Rachim sebesar 61,0%. Kemudian Ahmad Ru’yat – Zainul Mutaqin memperoleh 14,8%. Disusul kemudian oleh pasangan Edgar Suratman – Sefwelly Gianyar Djoyodiningrat 3,8% dan Dadang I. Danubrata – Sugeng Teguh Santoso hanya 2,5%.

Keenam, Pasangan Bima Arya Sugiarto – Dedie A. Rachim unggul di enam kecamatan di Kota Bogor. Dua kecamatan yakni Bogor Selatan dan Bogor Tengah pasangan Bima Arya Sugiarto – Dedie A. Rachiem sangat dominan mengungguli pasangan lainnya.

“Walikota dan Wakil Wali Kota Bogor, pasangan petahana Bima Arya Sugiarto yang berpasangan dengan mantan pejabat KPK menunjukan tingkat kepuasan warga Kota Bogor terhadap hasil survei unggul dibandingkan pasangan lainnya,”kata Yunanrto.

Pasca hasil temuan survei oleh Lembaga Survei Charta Politika, justru mendapat beragam cibiran dan tanggapan dari lawan poltiknya Bima Arya- Dedie Rachim, yang  salah satunya adalah, kubu Paslon nomor empat, Dadang-Sugeng Teguh Santoso.

Bagus Harianto selaku Divisi Bidang Kehumasan dari kandidat nomor urut Empat Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso menyebut, insinuasi meyakinkan masyarakat Bogor pada kepuasan warga atas paslon 3 dan elektabilitas, sesungguhnya tidak perlu. Karena, paslon 3 adalah petahana yang sudah diuntungkan dengan masa kerja 4 tahun yang sudah dilewati.

“Semestinya kepuasan dan elektabilitas akan leading sebab pasangan lain tidak mungkin memiliki penilaian terhadap kepuasan, artinya hanya pada paslon 3 saja ada kepuasan. Jadi tidak perlu ditampilkan tentang kepuasannya itu,”kata Budi.
Dengan menampilkan kepuasan tersebut, tambahnya, justru akan menjadikan sinyal psikhologis terhadap kepentingan mendesak untuk menggiring pendapat warga.
“Pertanyaannya kan, mengapa memaksakan relesae oleh lembaga yang rumahnya paslon 3 sendiri dan menurut saya ada kondisi panik, karena mengapa bukan lembaga lain yang independet. Khawatir tidak sesuai keingginan paslon  3,”tuturnya.
Ia menjelaskan, meski bukan ahli dalam bidang survei, tetapi dari hasil survei yang menempatkan paslon 4 dibawah independen adalah ilogical. Dimana, dari berbagai data empirik menerangkan bahwa elektabikitas PDI perjuangan di Kota Bogor adalah bersinar di agngka 20 persen atau meraih 8 kursi.
Sementara, untuk struktur partai PDIP dan PKB semua real (nyata). Termasuk dari segi kinerja paslon no 4 telah membuktikannya.
“Jadi, survei ini adalah insinuasi. Menurut saya, dengan menampilkan Charta Politica yang adalah rumahnya paslon no 3, maka ini justru menampilkan kondisi sebaliknya semacam respon panik pada paslon 4. Mengingat, ada suara komunitas yang akan hijrah pada paslon 4,”tandas Bagus.
Reporter/foto: Agus Sudrajat

The post Timses Paslon 4 Sebut Survei Charta Politika Adalah Insinuasi Menggiring Masyarakat untuk Yakin Pada Paslon 3 appeared first on BOGORCHANNEL.



from BOGORCHANNEL https://ift.tt/2v5yhGS
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru