Ini Penjelasan Dadang Soal Opini Pemberitaan Miring Ketum PDIP di Media Cetak

B-CHANNEL, KOTA BOGOR-Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata menyampaikan sikap keberatannya atas pemberitaan di harian radar Bogor, edisi Rabu (30/05/18) yang membuat judul headline “Ongkang-ongkang Kaki” terkait gaji Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Disampaikan Dadang saat diwawancarai di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Jalan Ahmad Yani II, Nomor 4, Tanahsareal, walaupun dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2018 tertulis Rp 112 juta, tapi gaji yang akan diterima Ketua Umum PDI Perjuangan, tak berbeda dengan pejabat lain hanya Rp 5 juta.

“Sebagaimana yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, gaji pokok Dewan Pengarah BPIP tak berbeda dengan gaji pokok yang diterima para pejabat negara lainnya, yakni sebesar Rp 5 juta,” tukasnya.

Dia melanjutkan, sisa hak keuangan lainnya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan BPIP, seperti biaya transportasi, pertemuan, komunikasi, dan lain-lain. Selain itu, terdapat pula asuransi kesehatan dan juga asuransi jiwa masing-masing sebesar Rp 5 juta.

“Hak keuangan tersebut diberikan sesuai dengan peraturan presiden nomor 42 tahun 2018 tentang hak keuangan dan fasilitas lainnya bagi pimpinan, pejabat, dan pegawai BPIP. Jadi, gaji tersebut dibayarkan sejak lembaga tersebut ditetapkan menjadi BPIP,” kata Dadang.

Terkait sebutan “Ongkang-ongkang Kaki” yang menjadi judul Radar Bogor, Dadang menyesalkan karena dinilainya sangat tendesius dan terkesan beropini miring yang ingin dilekatkan kepada ketua umunya, Megawati Soekanoputri.
“Ongkang-ongkang Kaki, tak berbeda dengan penyebutan seorang yang tak bekerja dan hanya mendapatkan jatah, tentu pengertiannya sangat buruk.

Padahal, gaji utama Bu Megawati hanya Rp5 juta. Itu yang kami ketahui setelah dilakukan konfirmasi. Tadi, saya juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak Radar, Ibu Ira, dan sudah disadari kekeliruannya, yang nantinya akan dilakukan klarifikasi pada penerbitan besok,” lanjutnya.

Terkait kedatangan massa PDI Perjuangan ke kantor radar Bogor, ia menyampaikan tanpa ada instruksi dari DPC PDI Perjuangan Kota Bogor.

“Hal itu dilakukan karena para kader merasa sayang pada ketua umumnya, dan mungkin juga merasa kesal dengan adanya sebutan “Ongkang-ongkang Kaki” yang seolah seperti kesan negatif. Dan, yang pasti aksi protes spontanitas para kader PDI Perjuangan tersebut tidak melakukan hal-hal negatif, seperti kekerasan atau pengrusakan, yang masih dalam sikap reaksi demokrasi yang lumrah,” tuturnya.

Masih menurut Dadang, pihaknya sangat menghormati indepedensi pers dan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berkaitan dengan pemberitaan pers.

“Kami memang semula berencana akan menempuh hak jawab sebagaimana Pasal 5 ayat 2 UU Pers dan hak koreksi sebagaimana Pasal 5 ayat 3, UU Pers. Dan, kami paham hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baik. Namun, saat kami akan membuat hak jawab, tiba-tiba terdengar aksi spontanitas para kader PDI Perjuangan Kota Bogor. Jadi, kami sampaikan, protes para kader hanya merupakan reaksi atas pemberitaan tanpa ada maksud lain,” pungkasnya. (*)

The post Ini Penjelasan Dadang Soal Opini Pemberitaan Miring Ketum PDIP di Media Cetak appeared first on BOGORCHANNEL.



from BOGORCHANNEL https://ift.tt/2xpz4Uc
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru