Pelaku Black Campaign Bakal Kena Pidana

B-CHANNEL,KOTA BOGOR–  Pelaku black campaign yang melanggar peraturan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada), diancam pidana administratif dengan kurungan selama dari 5 bulan lamanya 2 tahun masa hukuman.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kota Bogor, Yustinus Elias Mau alias Timor ditemui saat menghadiri sosialisasi panwascam Tanah Sareal bersama Pramuka, di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Jumat (11/05/18).

“Setiap pelaku pelanggar pada pilkada, di ancam dengan Hukuman pidana penjara atau pidana Administratif, sesuai dengan undang-undang. Semua ada pidananya, untuk yang black campign diancam hukuman 5 bulan sampai 2 tahun penjara,” tegas Yustinus.

Jadi saya menghimbau kepada semua warga untuk hati-hati jangan sampai melanggar apapun itu, yang merugikan orang lain dan dirinya sendiri,” katanya.

Menurut Timor, berbagai pelanggaran sudah banyak di ketemukan, pasca semua calon di Pilkada mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga hari ini.

Diakui dia, pelanggaran itu mulai dari rusaknya beberapa APK dan salah tempat di pemasangannya, sampai terjadinya black campign yang kasusnya masih terus di selidiki.

“Kami sudah koordinasikan pelanggaran ini dengan pihak kepolisian, itu kami rasa adalah ulah oknum yang menginginkan pilkada ini tidak kondusif dan rentan dengan terganggunya Kamtibmas,” tambahnya.

Timor mengkhawatirkan, tindakan black campign yang merugikan paslon no 3 itu, akan merembet ke paslon yang lainnya, karena bisa saja itu dijadikan alat provokasi untuk mengacaukan semuanya.

“Kami berharap semua sadar dan awas, juga kami akan lebih meningkatkan pengawasan di lapangan, salah satunya ya dengan memberlakukan jam malam, yabg sudah kita mulai tadi malam di kecamatan Tanah Sareal,” tutupnya.

 

 

Reporter/foto.doc: Mahfuzh

The post Pelaku Black Campaign Bakal Kena Pidana appeared first on BOGORCHANNEL.



from BOGORCHANNEL https://ift.tt/2jNfms1
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru