Perluasan Lahan Ekploitasi Panas Bumi Harus Dikaji Ulang

FK3I Minta Perluasan Lahan Dikaji Ulang

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Perluasan ekploitasi panas bumi di hutan lindung dan cagar alam Kamojang Papandayan Kabupaten Garut perlu dikaji ulang dan serius. Karena, kawasan hutan yang akan di ekploitasi adalah kawasan yang perlu dijaga keasliannya.

Hal itu disampaikan Dedi Kurniawan selaku Ketua Badan Pengurus Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (BP FK3I) Jawa Barat.

Dedi mengatakan, informasi yang didapat dari masyarakat sekitar, bahwa Star Energy selaku pelaksana proyek telah melakukan ekplorasi di kawasan lindung Perhutani dengan ijin yang didapat dari Perhutani dan instansi terkait.

"Namun kami belum melihat dan mendapatkan informasi terkait tata cara permohonan ijin sesuai Permen LHK, khususnya terkait permohonan ijin pinjam pakai kawasan yang diatur dalam Permen LHK No 50 Tahun 2016, dimana pihak Star Energy wajib mengganti luasan kawasan yang digunakan 1 berbanding dua dan aturan lainnya. Sampai saat ini kami belum mendapat penjelasan dimana kawasan pengganti tersebut, sehingga kami meminta segala aktifitas perluasan wilayah kerja Star Energy harus dihentikan," kata Dedi.

Di sisi lain, lanjut Dedi, rencana penurunan status kawasan cagar alam Kamojang dan Papandayan menjadi taman wisata alam yang disinyalir untuk  memudahkan rencana lain Star Energy untuk melakukan perluasan wilayah kerja Ekplotasi itu sangat bertentangan dengan kepentingan lingkungan sekitar.

"Seperti yang kita ketahui banjir bandang yang terjadi waktu lalu akibat rusaknya kawasan sekitar Hulu Cimanuk. Jika kawasan cagar alam akan diturunkan statusnya untuk kepentingan Star Energy, tidak menutup kemungkinan ancaman bencana kedepan semakin besar," ungkapnya.

Dedi menambahkan, BP FK3I meminta Pihak KLHK dalam hal ini BBKSDA Jawa Barat tidak gegabah menurunkan status kawasan cagar alam menjadi wisata alam semata yang hanya untuk kepentingan Pihak Star Energy.

"Kami curiga ada kepentingan perusahaan yang mendorong pemerintah yang sedang melakukan kajian rencana penurunan kawasan tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan, memungkinkan adanya kolusi untuk ekpolitas / perusakan kawasan demi kepentingan perusahan," tukasnya.

Selain itu, FK3I Jawa Barat meminta, agar pihak Star Energy dan Perhutani segera menginformasikan terhadap publik terkait kawasan pengganti lahan yang telah di ekploitasi oleh pihak Star Energy termasuk perizinannya yang dikeluarkan oleh pihak terkait.

"Kami neminta BBKSDA Jawa Barat menunda kajian rencana status penurunan kawasan cagar alam Kamojang Papandayan menjadi taman wisata alam. Kami juga meminta KLHK melakukan pemeriksaan terhadap mekanisme perijinan yang ditempuh pihak Star Energy. Pemerintah Provinsi harus segera memeriksa rencana perluasan kawasan kerja perusahaan agar hak keamanan dan kenyamanan masyarakat serta kelestarian hutan dapat terjaga," pungkasnya. (*/erick) 




from Berita Bogor | Media Informasi Bogor https://ift.tt/2IhroYE
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru