Sertifikat HGB Sentul City Dipertanyakan

Belasan warga merasa dirugikan 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - PT Sentul City digugat oleh 18 orang pemilik tanah yang terletak di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor,ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Lava Sembada selaku kuasa hukum warga mengatakan, selain menggugat PT Sentul City, warga juga menggugat ATR/BPN Kabupaten Bogor. “Mereka menggugat Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor yang telah menerbitkan Sertifikat Hak Guna Bangunan diatas tanah yang telah mereka garap selama puluhan tahun atas nama PT Sentul City TBk,” kata Lava Sembada usai menggelar sidang lapangan dilokasi yang digugat nya, di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (14/05/2018).

Dalam perkara yang diregister dengan No. 19/G/2018/PTUN-bdg tercatat 18 orang pemilik tanah mengajukan gugatan ke PTUN Bandung. Salah satunya adalah Mayjen (Pur) Sulaiman AB mantan Danpuspom dan keluarga Mayjen AD Sikki.

Mejelis hakim PTUN Bandung yang diketuai oleh Bonnyarti Kala Lande, dengan dua anggota masing masing Indah Tri Haryanti dan H Husban bersama kedua belah pihak yang bersengketa mendatangi lokasi tanah guna mengadakan Pemeriksaan Setempat (PS).

“Para pemilik tanah garapan selain telah menguasasi tanah selama puluhan tahun juga membayar pajak secara terus menerus dan melakukan pembangunan jalan cor untuk kepentingan warga setempat,” imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, keluarga Mayjen AD Sikki membangun peternakan sapi perah yang dikenal dengan nama Waluya Wijaya Farm. Menurutnya, sekitar bulan Desember 2017, pihak PT Sentul City Tbk memagar lokasi tersebut dengan pagar panel, bahkan membuat parit untuk memutus akses pemilik peternakan masuk ke lokasi.

“Hasil PS tadi, keempat SHGB yakni nomor 2372, 2374, 2376, dan 2383 diakui oleh PT Sentul City, artinya bahwa objek gugatan tersebut benar ada dan dikuasai oleh para penggugat. Dan dalam lokasi SHGB tersebut terdapat juga bangunan permanen,” jelasnya.

Berto Harianja dari kantor hukum Lava Sembada juga menambahkan, bahwa keempat objek gugatan yang dimaksud adalah Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 2372/Bojong Koneng, dengan luas 83.380 M2 atas nama PT. Sentul City Tbk.

Kemudian, SHGB Nomor: 2374//Bojong Koneng, seluas 57.190.M2, SHGB Nomor: 2376/Bojong Koneng, seluas 91.519 M2. “SHGB nomor 2376/Bojong Koneng ini sampai hari ini dikuasai oleh penggugat V, VII, VIII, IX, X, XII dan XIII. Dan SHGB Nomor: 2383/Bojong Koneng 71.254 M2 atas nama PT. Sentul City Tbk merupakan obyek sengketa IV,” imbuhnya.

Berto mengungkapkan, hahwa gugatan ini diajukan ke PTUN Bandung pada 12 Maret 2018, sehingga gugatan ini memenuhi ketentuan Pasal 55 Undang-undang nomor 5 Tahun 1986 jo. Yurisprudensi MA RI tahun 1995 Putusan MA nomor SK/T UNI 1992 karena masih dalam tenggang waktu 90 hari terhitung sejak keputusan tergugat yang menjadi Obyek Sengketa diketahui oleh Para Penggugat.

Sementara itu, perwakilan dari PT Sentul City selaku tergugat intervensi, Solihin, yang juga hadir dalam PS tersebut menuturkan, bahwa perusahaan ditempat dirinya bekerja itu, perolehan atas tanahnya jelas dari PTP 11 Pasir Maung, sejak tahun 1996. “Kami memiliki surat pelepasan nya dari PTP 11 Pasir Maung, kepada PT Fajar Mega Permai yang sekarang menjadi PT Sentul City,” tuturnya.

Menurutnya, lahan yang dipersoalkan itu diakuinya belum tergarap karena proses pembangunan properti di Sentul City dilakukan secara bertahap. “Sebagai pengembang tidak sembarangan, dan kami membangun secara bertahap, memang di tahun 2014 telah habis SHGB nya tapi sudah di perpanjang,” tukasnya. (beritautama) 





from Berita Bogor | Media Informasi Bogor https://ift.tt/2GdecyP
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru