Biaya Mahal Jadi Tuan Rumah

B-CHANNEL, Setelah memenangi ‘lelang’, Rusia diumumkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Sejak saat itu, Rusia seakan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menyukseskan gelaran sepakbola akbar empat tahunan ini.

Proses Negeri Beruang Merah menjadi tuan rumah cukup panjang. FIFA, Asosiasi Sepakbola Dunia, menerima 11 proposal pada Maret 2009. Ada 11 negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, dan dua proposal lagi merupakan kongsi negara (Belgia-Belanda dan Portugal-Spanyol).

Rusia pun menjadi pemenang, dan persiapan dilakukan secara serius. Pemerintah memberi dukungan serius melalui anggaran negara yang ekspansif. Akibatnya, defisit anggaran Negeri Beruang Merah terus mencatat defisit.

Pemerintah Rusia dan investor swasta membangun atau merenovasi banyak stadion demi Piala Dunia 2018. Berikut adalah rincian stadion yang digunakan dan biaya pembangunannya, mengutip Wall Street Journal:

1. Fisht Stadium (Sochi). Biaya 3,5 miliar rubel (Rp 782,34 miliar). Stadion ini dibangun pada 2013, rampung pada 2016.

2. Kazan Arena (Kazan). Biaya 14,4 miliar rubel (Rp 3,22 triliun). Stadion ini dibangun pada 2013.

3. Otkrytie Arena (Moskow). Biaya 14,5 miliar rubel (Rp 3,24 triliun). Dibangun pada 2014, sebagian besar sumber dana berasal dari pemilik klub Spartak Moscow, Leonid Fedun.

4. Luzhniki Stadium (Moskow). Biaya 22 miliar rubel (Rp 4,92 triliun). Ini adalah stadion legendaris di Rusia, berdiri sejak 1956 dan menjadi arena utama perhelatan Olimpiade 1980. Namun direkonstruksi dan memakan biaya yang cukup fantastis.

5. Zenit Arena (St Petersburg). Biaya 34,9 miliar rubel (Rp 7,8 triliun). Stadion ini sempat bermasalah karena lambatnya pembangunan dan pembengkakan biaya. Semestinya Zenit Arena rampung pada 2008, tetapi baru selesai tahun lalu. Biaya pun membengkak 548%, dan menjadi salah satu stadion termahal di dunia.

6. Rostov Arena (Rostov-On-Don). Biaya 20,2 miliar rubel (Rp 4,52 triliun). Peletakan batu pertama pembangunan stadion ini dilakukan pada 2014 dan baru dibuka pada April 2018.

7. Cosmos Arena (Samara). Biaya 13,2 miliar rubel (Rp 2,95 triliun). Seperti halnya Rostov Arena, stadion ini baru memulai proses pembangunan pada 2014 dan dibuka pada April 2018.

8. Mordovia Arena (Saransk). Biaya 17,1 miliar rubel (Rp 3,82 triliun). Proses pembangunan stadion ini dimulai pada 2010 dan dibuka pada April 2018.

9. Pobeda Stadium (Volgograd). Biaya 16,3 miliar rubel (Rp 3,67 triliun). Stadion ini dibangun pada 1962 dan direnovasi pada 2002 untuk diruntuhkan pada 2014.

10. Tsentralny Stadium (Yekaterinburg). Biaya 15,2 miliar rubel (Rp 3,4 triliun). Stadion ini sudah ada sejak 1950-an dan kemudian direnovasi pada 2006 dan selesai pada 2011. Kemudian direnovasi lagi pada 2014 dan rampung tiga tahun setelahnya.

11. Nizhny Novgorod Stadium (Nizhny Novgorod). Biaya 17 miliar rubel (Rp 3,81 triliun). Stadion baru ini dibangun pada 2015 dan selesai tahun ini.

12. Baltika Arena (Kaliningrad). Biaya 15,2 miliar rubel (Rp 3,4 triliun). Setengah dari biaya pembangunan stadion baru ini datang dari anggaran negara. Mulai dibangun pada 2015, stadion ini selesai pada 2018.

Dengan pembangunan maupun renovasi 12 stadion ini, Rusia menghabiskan 203,5 miliar rubel. Jika dikonversi dalam rupiah, maka hasilnya adalah sekitar Rp 45,65 triliun. Ini baru dari sisi stadion, belum sarana dan prasarana lainnya. Rusia memang tidak main-main. Menggelar salah satu hajatan paling akbar di muka bumi memang harus serius.

 

Sumber: CNBC Indonesia
(Reuters/Sergei Karpukhin)

The post Biaya Mahal Jadi Tuan Rumah appeared first on BOGORCHANNEL.



from BOGORCHANNEL https://ift.tt/2ypAVsI
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru