Sosialisasi Program Kependudukan KB Pembangunan Keluarga


BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Badan Kependudukan Keluarga berencana Nasional (BKKBN) Jawa barat menggelar Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Desa Sukajaya Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, Minggu (23/09/2018)

Sosialisasi ini dihadiri pejabat BKKBN Provinsi Jawa barat yang diwakili Kabid APIN ( Advokasi penggerak informasi ) Elma Triyulianti, tampak hadir pula anggota DPR RI wilayah Jabar dari Fraksi PDI komsi IX Nurmansyah E Tanjung SE, M.Si. turut hadir Kepala Desa di wakili, beserta jajarannya tingkat desa maupun kecamatan, para tokoh masyarakat, tokoh agama. diikuti sekitar 200 peserta, dua pemateri yang hadir membawakan informasi tentang program Kampung Keluarga Berencana (KB) yakni Elma dan Maman Supardi.

Kabid Advokasi Pengerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Jawa Barat, Elma Triyuliani mengatakan, jumlah keluarga kecil dirasa mampu untuk meningkatkan kesejahteraan baik secara individu. 

Adapun, peningkatan tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan maupun perekonomian keluarga. "Tapi tidak hanya ber kb saja, tapi harus juga didukung dengan memiliki pendidikan bagus dari orang tuannya, kesehatan yang lebih sehat dibanding yang lain. Sehingga, dinas - dinas terkait juga perlu bersinergi dengan BKKBN untuk menyejahterakan masyarakat, "terangnya.

Saat ini, Elma menjelaskan, dari 40 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bogor, sudah terbentuk 140 kampung KB. Sementara itu, di tingkat Provinsi, sebanyak 1335 kampung KB telah terealisasi. Adapun target BKKBN dalam mewujudkan kampung KB, jika ditinjau dari desa miskin, sediktinya 558 desa akan dibentuk kampung KB."Dari sisi program KB yang dipilih tentu yang kesertaan ber KB nya rendah, masyarakat yang aksesnya sulit maka kita datengin, kemiskinan tinggi,pendidikan terbatas, kesesehatan terbatas. Masyarakat harus sama -sama disejahterakan, sehingga kita mendekatkan diri dengan menjalankan program kampung KB di tingkat desa, "katanya.

Elma menerangkan, saat ini jumlah penduduk di Provinsi Jawa barat menempati urutan teratas. Sehubungan dengan tugas BKKBN dalam mengendalikan kelahiran, lanjut dia, melalui program yang telah terbentuk, pihaknya mengajak masyarakat untuk membatasi angka kelahiran, dengan cara memprioritaskan anak - anak yang sudah lahir. "Jadi tidak masalah bagi keluarga yang anaknya sudah lebih dari dua , tapi di stop dulu, urus anaknya yang sudah ada dan di tingkatkan dari segi pendidikan, kesehatannya. Kita provinsi Jabar jumlah penduduknya 48 juta, dibanding Jatim, Jateng kita teratas, "urainya. (adv)



from Berita Bogor | Media Informasi Bogor https://ift.tt/2IjHXRh
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru