Hakim PN Jaksel Kebiri Putusan MK

 Hakim PN Jaksel Kebiri Putusan MK

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Kuasa Hukum Termohon Della Januaryca dan Fitra Faraouky Lubis yang tergabung dalam Advokat "DL LAW OFFICE menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap hakim yang 'mengesampingkan' Putusan MK Nomor 130 Tahun 2015. 

Menurut Fitra Faraouky Lubis hakim kembali mengesampingkan putusan MK tersebut. Mengenai penafsiran Pasal 109 ayat 1 KUHAP mengenai SPDP harus diberikan kepada terlapor paling lambat tujuh hari sejak dikeluarkannya surat perintah penyidikan. "Dengan mengabaikan dua hal tersebut hakim tetap berpendapat bahwa proses penyidikan yang dilakukan oleh termohon telah sah menurut hukum. Apakah SPDP bukan lagi merupakan syarat dasar dimulainya suatu penyidikan?," tegas Fitra kepada Berita Bogor, Rabu (17/10/2018) 

Dirinya menjelaskan, sidang pra peradilan atas nama termohon Yumianto memasuki agenda putusan dari Majelelis Hakim. Pada persidangan, Selasa (16/10/2018), dalam amar putusanya Hakim Asiadi Sembiring menyatakan berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan, keterangan para saksi serta bukti-bukti hakim memutuskan. Menolak permohonan pemohon dan menyatakan penetapan tersangka oleh termohon sudah sah karena sudah ada dua alat bukti. 

"Sebelumnya termohon mengajukan permohonan pra peradilan terhadap Polda Metro Jaya Ditreskrimum karena dinilai ragu dalam penetapanya pasalnya tanpa di dahului SPDP dan juga tanggal yang yang tidak sesuai, dan tanpa adanya pemeriksaan sebagai calon tersangka dan bertindak sewenang wenang dalam menetapkan tersangka," jelasnya. 

Sementara termohon dalam jawabannya, termohon mengajukan bukti-bukti bahwa dalam proses penyidikan dan penetapan sudah sesuai prosedur. Saksi Rudi Cahyadi selaku Komisaris PT Rumiri juga sudah diperiksa, Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pemanggilan saksi Yumianto tapi tidak hadir dengan  alasan yang tidak jelas kemudian perkaranya dilimpahkan ke ditreskrimum Polda Metro Jaya. "Laporan Nomor 149 atas nama pelapor Suparjo, penyidik telah mengeluarkan surat tugas dan surat perintah penyidikan, dan gelar perkara," katanya. 

Fitra Faraouky Lubis juga menyampaikan kekecewaanya atas putusan tersebut, pasalnya hakim hanya menyatakan ada dua bukti permulaan sudah cukup dalam penetapan tersangka. "seharusnya ada pemeriksaan sebagai calon tersangka, agar melindungi hak azazi manusia, dalam pertimbangannya hakim mengesampingkan pemeriksaan sebagai calon tersangka teraebut dengan alasan telah terpenuhinya dua bukti permulaan oleh termohon. Selain itu, hakim telah membaca bahwa pemohon dalam permohonannya membahas mengenai SPDP yang tidak diberikan oleh termohon. 

Untuk diketahui, sidang pra peradilan atas nama termohon Yumianto memasuki agenda putusan dari Majelis Hakim. Di persidangan dalam amar putusanya Hakim tunggal, Asiadi Sembiring menyatakan bahwa yang terungkap dipersidangan para saksi serta bukti-bukti, hakim memutuskan 'Menolak permohonan pemohon dan menyatakan penetapan tersangka oleh termohon sudah sah karena sudah ada dua alat bukti'. 

Sebelumnya, termohon mengajukan permohonan pra peradilan terhadap Polda Metro Jaya Ditreskrimum karena dinilai ragu dalam penetapanya karena tanpa di dahului SPDP (surat perintah dilanjutkan penyidikan) dan juga tanggal yang yang tidak sesuai. Serta tanpa adanya pemeriksaan sebagai calon tersangka dan bertindak sewenang wenang dalam menetapkan tersangka. 

Sementara termohon dalam jawabannya, mengajukan bukti-bukti bahwa dalam proses penyidikan dan penetapan sudah sesuai prosedur. Saksi Rudi Cahyadi selaku Komisaris PT Rumiri juga sudah diperiksa, Polres Metro Jakarta Barat dan telah melakukan pemanggilan saksi Yumianto tapi tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas. Kemudian perkaranya di limpahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya. (*/drs)


from Berita Bogor | Media Informasi Bogor https://ift.tt/2CPuGjA
via IFTTT

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berita Bogor Terbaru